Kasus Hipertensi Paru Pada Anak Di Indonesia
Ketua Yayasan Hipertensi Paru Indonesia (YHPI), Arni Rismayanti, mengatakan, hipertensi paru merupakan suatu penyakit yang serius, fatal dan dapat mengancam jiwa. Selain itu hipertensi paru bisa dialami oleh semua usia salah satunya anak-anak.
Saat ini kasus Hipertensi Paru di Indonesia paling banyak ditemukan pada Penyakit Jantung Bawaan akibat keterlambatan diagnosa atau tidak dikoreksi sejak dini sehingga menimbulkan komplikasi Hipertensi paru. Pada kondisi ini keduanya baik Hipertensi Paru maupun penyakit jantung bawaan yang ada harus segera ditangani bersamaan secara cepat dan tepat.
Karena keterlambatan penanganan Hipertensi Paru pada kasus penyakit jantung bawaan bisa menyebabkan pasien tidak dapat dikoreksi lagi seumur hidup. Oleh karena itu pemeriksaan deteksi dini kesehatan jantung terhadap bayi baru lahir dan anak-anak untuk mencegah timbulnya penyakit hipertensi paru sangatlah penting.
Saat ini di Indonesia obat-obatan Hipertensi Paru untuk anak masih sulit diakses oleh pasien. Padahal dengan akses obat yang terjangkau, progresifitas dan angka mortalitas pada pasien Hipertensi Paru anak dapat ditekan.
“Diharapkan, tantangan dalam pencegahan dan penanganan penyakit hipertensi paru khususnya pada pasien anak dapat segera teratasi, demi kualitas hidup yang lebih baik dan mewujudkan Indonesia Sehat,” katanya.
Direktur PT Pfizer Indonesia – Upjohn Division, Satria Surjati, juga menambahkan, melihat faktor risiko yang serius dari penyakit hipertensi paru, Pfizer Indonesia terus berkomitmen untuk mendukung penuh peningkatan kepedulian masyarakat terhadap penyakit hipertensi paru khususnya pada pasien anak.
Dalam menjalankan komitmen tersebut, Pfizer Indonesia menyelenggarakan kegiatan Media Health Forum (MHF) dengan topik ‘Kenali Gejala Hipertensi Paru pada Anak dan Cara Penanganannya.’
MHF kali ini menghadirkan para pakar hipertensi paru dokter spesialis anak konsultan kardiologi maupun dokter spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah konsultan sub spesialis kardiologi pediatrik dan penyakit jantung bawaan dan juga pengurus Yayasan Hipertensi Paru Indonesia untuk berdiskusi langsung dengan para jurnalis mengenai penyakit hipertensi paru anak untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai penyakit ini.
“Kami berharap kegiatan MHF ini dapat menambah wawasan masyarakat akan penyakit hipertensi paru khususnya pada anak agar dapat segera melakukan deteksi dini dan mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat untuk menghindari komplikasi fatal pada penderita,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News